↑ Return to BUKU INGSUN

Gerakan Ekonomi Muhammadiyah

Sejak didirikan 1912 oleh KH. Ahmad Dahlan, Muhammadiyah juga bergerak di bidang sosial ekonomi, khususnya untuk meningkatkan tarap hidup masyarakat luas terutama lapisan menengah dan bawah. Wawasan keislaman yang menjadi dasar pembaruan pemaknaan terhadap surah Al-Maa’un yang dipadu dengan wawasan keindonesiaan serta Pan Islamisme yang komprehensif mampu melakukan koreksi strategis dan terobosan baru di zamannya.

Muhammadiyah menjadi gerakan Islam modern dengan wawasan mondial tanpa meninggalkan ciri khas kearifan lokal (local wisdom) khas Islam Indonesia. Keberpihakan gerakan menjadi sangat kental terutama melalui amal usaha di bidang pendidikan dan kesehatan pada upaya mengentaskan kaum dhuafa. Muhammadiyah menonjol dalam proyek-proyek dan agenda-agenda sosial kemasyarakatan. Kemampuan ini tidak terlepas dari kemandirian ekonomi pada saat itu yang konon merupakan barisan juragan-juragan dan entrepreneur warga Muhammadiyah.

Jika ditelusuri ke belakang, secara organisatoris kiprah Muhammadiyah secara langsung dalam bidang ekonomi tidak terlalu menonjol. Kesadaran ini sebenarnya sudah muncul sejak Muktamar Muhammadiyah ke 42 di Yogyakarta Deember 1990. Upaya untuk merumuskan arah gerakan dan kiprah praktik di bidang ekonomi terus menguat sampai dengan Muktamar Muhammadiyah ke 45 di Malang. Realitasnya kiprah langsung secara organisatoris di bidang ekonomi bisnis terutama upaya untuk melakukan praktik bisnis dengan membangun jaringan usaha yang bersifat top down banyak mengalami kegagalan.

Namun demikian masih kerap tersirat kebanggaan bahwa cikal bakal basis masa gerakan Muhammadiyah adalah kaum pedagang di perkotaan dan pesisir yang kental dengan semangat kewirausahaanya. Merosotnya peran kelas menengah pedagang dan pengusaha di kalangan warga persyarikatan dalam kancah ekonomi nasional terjadi seiring gerus perubahan zaman. Dampak yang dirasakan adalah merosotnya tulang punggung gerakan yang mampu menjadi donasi bagi persyarikatan dalam kiprahnya menghadapi perubahan lingkungan global dan nasional yang semakin kompetitif dan dinamis.

Hal ini mengisyaratkan bahwa gerak langkah Muhammadiyah ke depan perlu untuk memikirkan dan mengakomodasi agar gerakan ekonomi menjadi nafas baru dari tajdid peradaban utama. Sebagai ujung tombak pemikiran-pemikiran ke-Muhammadiyahan, Fakultas Ekonomi PTM dituntut untuk memberikan konstribusi dalam rekonstruksi pemikiran gerakan ekonomi Muhammadiyah ini. Tajdid gerakan ekonomi dibutuhkan untuk dapat menghasilkan kesadaran kolektif yang lebih peka terhadap perubahan lingkungan ekonomi dan sosial moderen sehingga mampu memberikan memecahkan persoalan-persoalan ketertinggalan ekonomi yang dihadapi umat dan bangsa.

Buku ini merupakan hasil kajian dan diskusi panjang selama pelaksanakan Lokakarya Pra-Muktamar Muhammadiyah, 9-10 April 2010 di Universitas Muhammadiyah Malang. Lokakarya dan juga buku ini merupakan sumbangsih pemikiran para akademisi di lingkungan Fakultas Ekonomi PTM untuk pelaksanaan Muktamar 1 Abad Muhammadiyah pada Juli 2010.

Salah satu bagian penting dari buku ini adalah kajian teoritis tentang riba dan bunga bank sebagai respon akademis terhadap fatwa Majelis Tarjih PP. Muhammadiyah yang ‘mengharamkan’ bunga bank konvensional?. Terkait dengan kajian ini, forum dekan FE-PTM juga merekomendasikan agar pada saat Majelis Tarjih tengah menggodog fatwa tentang tema-tema ekonomi, agar melibatkan para akademisi/ekonom dari FE-PTM untuk dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dari sisi akademis guna melengkapi kajian syar’i.

Akhirnya, dengan segala keterbatasan dan disertai ucapan terimakasih kepada semua pihak (terutama para kontributor naskah) kami persembahkan buku “GERAKAN EKONOMI MUHAMMADIYAH; Kajian dan Pengalaman Empiris” ini kepada khalayak pembaca. Semoga bermanfaat.

DAFTAR ISI

PENGANTAR EDITOR

SAMBUTAN KETUA FORUM DEKAN FE-PTM

KATA PENGANTAR OLEH REKTOR UNMUH MALANG

DAFTAR ISI

EXECUTIVE SUMMARY

BAGIAN PERTAMA: GAGASAN UTAMA

A.      Membangun Gerakan Ekonomi Muhammadiyah Melalui Pendekatan Korporasi (Dr. Anwar Abbas, MA. & Syafrudin Anhar)

B.      Konsep Baru (Tajdid) Membangun Kekuatan Ekonomi Muhammadiyah (Drs. (Ec) Afghon Andjasmoro)

BAGIAN KEDUA: MUHAMMADIYAH INCORPORATED

A.      Reinventing Muhammadiyah: Ikhtiar Kecil Menuju Muhammadiyah Incorporated (Imam Baehaqie Abdullah, FE Uhamka Jakarta)

B.      Muhammadiyah Incorporated: Sebuah Keniscayaan Di Abad Kedua (Mukhaer Pakkanna, STIE Ahmad Dahlan Jakarta)

BAGIAN KETIGA: TAJDID, ETOS, DAN STRATEGI GERAKAN EKONOMI MUHAMMADIYAH

A.      Tajdid dan Ijtihad Ekonomi Muhammadiyah Abad Mendatang (M. Nur A. Birton, FE Universitas Muhammadiyah Jakarta)

B.      Membangun Etos Ekonomi Kelas Menengah Di Muhammadiyah (Ahmad Juanda, FE Universitas Muhammadiyah Malang)

C.       Strategi Gerakan Ekonomi Bisnis Muhammadiyah (Nazaruddin Malik, FE Universitas Muhammadiyah Malang)

D.      Menumbuhkan Gerakan Ekonomi dan Bisnis melalui Partnership Stratejik Amal Usaha Muhammadiyah (Rohmat Dwi Jatmiko, FE Universitas Muhammadiyah Malang)

BAGIAN KEEMPAT: GAGASAN PENUTUP

A.      Merancang Ulang Sistem Akuntansi Amal Usaha Muhammadiyah Menuju Muhammadiyah Incorporated (Rudy Suryanto, FE Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)

B.      Pengembangan Kurikulum dan Silabi Program Studi Ilmu Ekonomi (Islam) untuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah: Sebuah Tawaran (Masyhudi Muqorobin, FE Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)

KAJIAN KHUSUS: BUNGA BANK DAN RIBA

A.      Analisa Teoretis Penghapusan Riba dan Pengenalan Skema Bagi-hasil (Masyhudi Muqorobin, FE Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)

B.      Suku Bunga Dalam Prespektif Kebijakan Makroekonomi (Aris Soelistyo, FE Universitas Muhammadiyah Malang)

C.       Mekanisme Penentuan Suku Bunga Bank (M. Faisal Abdullah, FE Universitas Muhammadiyah Malang)

D.      Mungkinkah Bank Bebas Bunga? (Idah Zuhro, FE Universitas Muhammadiyah Malang)

E.      Ekonomi Syariah Versus Ekonomi Bunga (Rudy Qaharuddin, FE Uhamka)

LAMPIRAN:

1.       Rekomendasi Forum Dekan FE-PTM

2.      Biodata Kontributor

Leave a Reply