«

»

Aug 12

Testimoni tentang software EndNote

“EndNote adalah cara cerdas bagi peneliti untuk mengelola referensi yang digunakan dalam penulisan akademik. EndNote memungkinkan peneliti untuk membuat data base referensi yang memudahkan peneliti dalam melakukan quotation. Akan sangat rugi, jika peneliti tidak memanfaatkan EndNote dalam menulis karya ilmiahnya.” (Anis Chariri, M.Com., Ph.D., Akt., Pembantu Dekan I FEB Undip Semarang).

“Saya menyesal banget baru belajar EndNote di tahun ketiga PhD saya. Tahun pertama saya malas belajar dan pakai cara manual. Ketika sudah mengenal EndNote baru menyadari betapa menulis karya ilmiah bisa jauh lebih mudah dan menyenangkan. Saya menggunakan buku pak Ihyaul Ulum edisi pertama ketika belajar EndNote. Sampai saya bawa ke UK bukunya.” (Ersa Tri Wahyuni, dosen Unpad Bandung, Ph.D student at Manchester Business Schools, UK).

“EndNote memberikan kontribusi yang signifikan ketika saya menulis paper untuk jurnal-jurnal internasional. Hanya dengan “one-click” saya dengan mudah bisa mengikuti gaya referensi yang disyaratkan Emerald, Wiley, atau publisher lainnya.” (Faisal, Ph.D., alumni  School of Accounting-Curtin University Australia, dosen FEB Undip Semarang).

“Buku yang luar biasa. Mas Ulum berhasil menyadarkan saya akan pentingnya pengelolaan sitasi dan cara smart dalam mengutip referensi. Memudahkan saya dalam international call paper dan publikasi internasional.” (Lalu Edy Herman M., kandidat Doktor, dosen FE Universitas Mataram).

“EndNote X7 yang merupakan versi terbaru dari EndNote semakin OK! Selain mampu mengelola sitasi dan bibliografi di microsoft word, EndNote X7 juga bisa bersinergi dengan PowerPoint. Buku mas Ulum edisi 2 ini telah dengan sangat apik menyajikan langkah per langkah tentang bagaimana kita dapat memanfaatkan EndNote X7 untuk mengelola sitasi dan referensi.” (Moh. Mahsun, SE., M.Si., Ak., CA., CPA., Direktur Eksekutif Forum Dosen Akuntansi Sektor Publik/FDASP).

“EndNote dirancang add-in dengan program Microsotf Word. Kita tinggal insert referensi yang di butuhkan dan daftar pustakapun otomatis muncul pada akhir dokumen.” (Indayani, dosen Universitas Syah Kuala Aceh).

“EndNote sangat membantu dalam proses penulisan rancangan disertasi saya, berbagai kerepotan yang biasanya muncul (kelupaan, salah tulis, sumber acuan tidak tertata) dalam penulisan kutipan ataupun daftar pustaka teratasi dengan program ini. Pemakaian EndNote dengan beragam manfaatnya membuat saya termotivasi untuk menambah kajian literatur yang dibutuhkan dengan cepat, mudah, dan rapi.” (Berta Bekti Retnawati, dosen Unika Soegijapranata Semarang).

“EndNote bukan hanya OK untuk mengelola referensi dan bibliografi, bagi saya, EndNote menjadi alat untuk menyimpan dokumen secara lebih baik. File-file PDF yang selama ini berserakan di banyak folder sekarang tertata rapi dan mudah digunakan.” (Samsul Ulum, dosen Universitas Pekalongan, Jawa Tengah).

“Saya tidak ingin karya tulis saya dianggap menjiplak tulisan orang lain.
Oleh karena itu, Saya selalu mencantumkan sumber referensi yang saya kutip. EndNote sangat membantu dan memudahkan saya untuk melakukan sitasi dan menyusun daftar pustaka.” (Sri Budi Cantika Yuli, mahasiswi Program Doktor Universitas Airlangga Surabaya & Dosen Universitas Muhammadiyah Malang).

“EndoNote berfungsi sebagai ‘aspri’ dalam manajemen database referensi. Cuman ingat sebagian nama pengarang? Gampang!!! tinggal search aja, EndNote akan menemukannya untuk kita!. (Anne Putri, dosen STIE H. Agus Salim Bukittinggi).

“Selama ini, dalam penulisan sitasi dan bibliografi yang sangat populer adalah Harvard, Vancouver, atau Chicago style. Ternyata, EndNote bahkan memiliki lebih dari 4.500 gaya bibliografi dari berbagai disiplin ilmu.” (Aries Tanno, dosen Universitas Andalas Padang).

“Saya sering menemukan artikel yang antara referensi di bibliografi dengan referensi yang dikutip di naskah tidak sinkron. Ada referensi yang terdaftar di bibliografi, namun tidak pernah dikutip. Sebaliknya, ada pula referensi yang dikutip di naskah namun tidak tercantum di bibliografi. Dengan EndNote, hal seperti ini tidak akan pernah terjadi.” (Ifah Latifah, mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi Undip Semarang & dosen STIE AUB Surakarta).

“Apapun jenis dokumennya, tidak perlu khawatir, karena EndNote memiliki 44 jenis referensi yang bisa kita pilih. Tidak ada yang sesuai? EndNote masih menyisakan 3 jenis referensi ‘Unused’ yang siap untuk jadikan jenis referensi baru sesuai dengan kebutuhan kita.” (Nur Subeki, mahasiswa Program Doktor Universitas Gadjah Mada Yogyakarta & Dosen Fakultas Teknik UMM)

“Satu folder PDF dapat sekaligus diimpor ke dalam EndNote Library. Filenya sudah masuk, tinggal ditata ulang data referensinya sebelum siap dimanfaatkan.” (Ratna Mappanyuki, dosen Universitas Mercu Buana Jakarta).

“Semula dalam proses penulisan disertasi saya tidak terlalu  tertarik menggunakannya, karena ada software sejenis, tapi setelah mengetahui penggunaannya ternyata luar biasa membuat saya merasa aman dari tuduhan plagiasi” (Soni Agus Irwandi, dosen STIE Perbanas Surabaya).

“Serba otomatis! EndNote is the best dah pokoknya!” (Berliana Lumban Gaol, dosen Universitas HKBP Nommensen Medan).

“EndNote memudahkan saya dalam menyusun manuskrip jurnal internasional, dan memastikan bahwa tidak ada sumber sitasi yang terlewatkan di bibliografi.” (Rahmad Wijaya, mahasiswa Program Doktor Universitas Diponegoro Semarang & Dosen Universitas Muhammadiyah Malang).

“EndNote mendokumentasikan semua sumber referensi yang saya gunakan untuk menulis artikel ilmiah dimana format referensi yang dimasukkan akan dikelola secara otomatis oleh EndNote.” (Ratih Kusumastuti,dosen Universitas Jambi).

“Saat memulai menggunakan EndNote memang terasa agak berat karena harus memasukkan data referensi satu per satu ke EndNote Library. Namun setelah perpustakaannya siap, sungguh pekerjaan menjadi jauh lebih mudah dan menyenangkan.” (Donna Primasari, dosen Universitas Jendral Soedirman Purwokerto).

“Tersedianya fitur custom group di EndNote memudahkan kita untuk membuat ‘folder-folder’ khusus sesuai dengan tema referensi yang kita simpan di perpustakaan EndNote.” (Eny Suprapti, dosen Universitas Muhammadiyah Malang & Mahasiswa Program Doktor Ilmu Akuntansi Univeristas Brawijaya Malang).

“Kadang kita dibuat repot dengan gaya selingkung penulisan sitasi dan bibliografi yang berbeda-beda di antara beberapa media publikasi. Namun dengan EndNote semua itu tidak lagi jadi masalah, sekali klik, beres deh!” (Nadya Novianty, Mahasiswi S2 Akuntansi Universitas Brawijaya Malang)

“Bekerja dengan EndNote seolah-olah kita memiliki perpustakaan pribadi yang canggih dengan koleksi yang tertata rapi di ‘rak-rak buku’ sesuai dengan bidangnya masing-masing.” (Koesmayadi, dosen Politeknik Negeri Semarang)

“Dengan EndNote kita bisa membuat sendiri gaya selingkung untuk penulisan sitasi dan bibliografi dari jurnal yang kita kelola. Jika setiap naskah yang masuk ke redaksi telah menggunakan EndNote, maka kita tidak perlu membuang-buang waktu untuk memeriksa kesesuaian antara sitasi dan bibliografinya.” (Ahmad Waluyo Jati, pengelola Jurnal Reviu Akuntansi dan Keuangan/JRAK Universitas Muhammadiyah Malang).

“EndNote memungkinkan kita untuk dapat mencari database secara online dari berbagai sumber perpustakaan. Cari, review, dan kemudian simpan database yang sesuai ke dalam EndNote Library.” (Moh. Gowon, dosen Universitas Jambi)

Random Posts

Loading…

Did you like this? Share it: