«

»

Mar 28

VAIC: Studi Kamath (2007)

Hampir sama dengan penelitian Mavridis di Jepang, Kamath (2007) juga membuktikan bahwa VAIC™ dapat dijadikan sebagai instrument untuk melakukan pemeringkatan terhadap sektor perbankan di India berdasarkan kinerja IC-nya. Dalam hal ini, Kamath menggunakan data 98 bank di India yang terdiri dari: 8 State Bank of India and Associates, 19 Nationalized banks, 41 Foreign banks, dan 30 Private sector domestic banks.

Seperti halnya Mavridis, Kamath juga mengelompokkan kinerja bank berdasarkan IC ke dalam 4 (empat) kategori, perbedaannya terletak pada nilai VAIC™ yang dijadikan dasar untuk mengelompokkan bank, yaitu:

1)     “Top performers” – untuk bank dengan nilai VAIC™ di atas 5;

2)     “Good performers” – untuk bank dengan nilai VAIC™ antara 4 dan 5;

3)     “Common performers” – untuk bank dengan nilai VAIC™ antara 2.5 dan 4; dan

4)     “Bad performers” – untuk bank dengan nilai VAIC™ di bawah 2.5.

Salah satu temuan penelitian ini adalah bahwa bank-bank asing mendominasi di urutan teratas dalam pemeringkatan. Artinya, kinerja IC bank-bank regional dan bank nasional India berada di bawah kinerja IC bank-bank asing. Justifikasi yang dinyatakan Kamath adalah bahwa di India, bank-bank asing relatif memiliki sumber daya – baik manusia, infrastruktur, maupun jaringan – yang lebih baik dan memadai dibandingkan dengan bank-bank regional dan nasional.

Artikel asli punya Kamath ini bisa ANda temukan di Journal of Intellectual Capital, atau kalau Anda tidak punya akses kesana, silahkan ambil disini

Baca ringkasan penelitian ini dan penelitian lainnya tentang  INTELLECTUAL CAPITAL di buku: Intellectual Capital; Konsep dan Kajian Empiris (Graha Ilmu, 2009)

Random Posts

Loading…

Did you like this? Share it: