«

»

Mar 21

Skripsi: setelah daftar, dapat dosen pembimbing, trus?

SKRIPSI….seringkali menjadi ‘sandungan’ bagi mahasiswa untuk meraih gelar sarjana. Tidak sedikit mahasiswa yang sudah lulus semua teori, tinggal skripsi saja, tapi tidak lulus2 hingga bertahun2. Teman saya yang angkatan 95 dan 96 pun banyak yang belum tuntas urusan akademiknya, hanya gara2 skripsi.  Skripsi sesungguhnya bukan sesuatu yang ‘penting’, tapi tentu saja tidak dapat dianggap remeh. Di banyak perguruan tinggi,  jumlah SKS untuk skripsi paling 4 atau maksimal 6 SKS. itu artinya bobot akademik skripsi ‘hanya’ sama dengan matakuliah Perilaku Organisasi plus AIK (untuk yang 4 SKS), atau PO plus AIK 123 (untuk yang 6 SKS). Skripsi itu MUDAH!! Skripsi itu TIDAK SUSAH! Skripsi itu TIDAK BOLEH LAMA…. yang membuat skripsi itu lama, atau bahkan gagal menyusun skripsi dan akhirnya ‘kabur’ dari kampus tanpa dapat gelar apa2, seringkali adalah “kebingungan”. bingung cari tema, bingung cari judul, dan bingung cari contoh. Oleh karena itu, maka (menurut saya), pada saat sudah memprogram untuk mengambil skripsi..mendaftar dan kemudian dapat jatah dosen pembimbing…yang harus dilakukan adalah: CARI CONTOH PENELITIAN, baik dari jurnal, artikel2 SNA, atau dari skripsi2 pilihan. Bawa/tunjukkan contoh itu kepada dosen pembimbing, dan tentukan di bagian mana replikasinya…misalnya: “ini pak/bu yang mau saya contoh…saya akan menambah/mengubah variabelnya, atau mengganti objeknya, atau menambah tahun pengamatannya, atau…atau…” tentu saja harus disertai dengan dasar teori yang jelas dan mapan. Dengan cara seperti itu, setidaknya ada 2 manfaat: Pertama, Anda tidak akan mengalami kebingungan dalam menyusun skripsi, mulai dari proposal hingga simpulan…karena sudah punya contohnya…tentu saja jangan plagiat!! Kedua,  potensi untuk ‘ditolak’ oleh dosen pembimbing menjadi minimal, karena kesiapan Anda. tentu saja asal tema yang Anda contoh tidak jadul jadul amat…jadi dalam memilih contoh pun harus selektif…cari yang masih ‘anget’, up-to-date…kontroversial…belum banyak yang teliti. Nah…kalo udah gitu masih lama juga…mungkin Anda sedang kurang beruntung…bisa jadi karena Anda dapat dosen pembimbing yang <gimana gitu>.hehehe…. kalo sudah begini…ya…berdo’a saja!!

Random Posts

Loading…

Did you like this? Share it: