Oct 29

Intellectual capital performance: a comparative study between financial and non-financial industry of Indonesian biggest companies

Sitasi referensi: Ulum, I., Rizqiyah, dan A. W. Jati. 2016. Intellectual Capital Performance: A Comparative Study between Financial and Non-Financial Industry of Indonesian Biggest Companies. International Journal of Economics and Financial Issues 6 (4):1436-1439.

 

ABSTRACT

 

The aim of this study is to analyze the intellectual capital performance (ICP) of financial and non-financial industry of Indonesian biggest companies. ICP was measured with Modified Value Added Intellectual Coefficient (MVAIC) constucted by Ulum et al. (2014a) which is based on Pulic’s model(Pulic, 1998). MVAIC is a comprehensive tool to measure the performance of intellectual capital (IC). Data were taken from 50 biggest market capitalizations listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period of 2007-2014. The result indicates that the ICP of companies in the non-financial industry is higher than the ICP of companies in financial industry. This result disputes that financial industry is one of IC intensive sector as identified by Firer and Williams (2003).


Keywords: intellectual capital, intellectual capitalperformance, MVAIC, financial industry.

 

monggo file lengkapnya 2884-8417-1-PB

Did you like this? Share it:

Oct 29

PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PRAKTIK PENGUNGKAPAN MODAL INTELEKTUAL DI INDONESIA

Kutipan referensi: Ulum, I., T. F. A. Salim, dan E. T. Kurniawati. 2016. Pengaruh Corporate Governance Terhadap Praktik Pengungkapan Modal Intelektual Di Indonesia. Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis 3 (1):37-45.

 

ABSTRACT

 

The purpose of this study is to examine empirically the influence of corporate governance to intellectual capital disclosure (ICD) practice of Indonesian public companies. ICD was measured with the framework that constructed based on Bapepam-LK regulation. While corporate governance measured by its structures: audit committee, board of commissioner, and board of director. This study used purposive sampling method to determine the sample from public companies which are included in the 50 biggest market capitalizations from 2007 until 2014. Linier regression was used to analysis the data. The result shows that corporate governance influenced the intellectual capital disclosure practices in Indonesia. It means that, the structures of corporate governance of companies will effect to the amount of intellectual capital informations disclosed on their annual report. Keywords : corporate governance, intellectual capital disclosure, market capitalizalion

 

monggo file lengkapnya 4395-8723-1-SM

Did you like this? Share it:

Oct 29

Intellectual capital disclosure: studi komparasi antara universitas di Indonesia dan Malaysia

Kutipan referensi: Ulum, I., A. Tenrisumpala, dan E. D. Wahyuni. 2016. “Intellectual capital disclosure: studi komparasi antara universitas  di Indonesia dan Malaysia”. Akuntabilitas: Jurnal Ilmu Akuntansi 9 (1):13-26.

 

Abstract

The aim of this study is to identify the intellectual capital disclosure practices of Indonesia and Malaysian universities. 5 best universities from Indonesia and Malaysia based on webometrics 2015 survey was used as the object of study. Intellectual capital component used in this study is a framework developed by Ulum (2011) which consist of 46 items: 8 items human capital, 23 items structural capital, and 15 items relational capital. Mann-Whitney test with SPSS 21 was used to analyze the data. The results showed that there were no differences between universities in Indonesia and Malaysia in disclosing information about the IC through their website. Based on the amount of information disclosed, both universities in Indonesia and Malaysia were more likely to disclose information in a narrative format.

 

nih file lengkapnya 3582-8551-2-PB

Did you like this? Share it:

May 25

KONSTRUKSI MODEL PENGUKURAN KINERJA DAN KERANGKA KERJA PENGUNGKAPAN MODAL INTELEKTUAL

Sitasi:

Ulum, I., I. Ghozali,, dan A. Purwanto, 2014, “Konstruksi Model Pengukuran Kinerja dan Kerangka Kerja Pengungkapan Modal Intelektual”, JAMAL (Jurnal Akuntansi Multiparadigma), Vol. 5 No. 3, pp. 380-392.

Abstract:

The purposes of this study are: firts, to construct performance measurement model and intellectual capital disclosure (ICD) framework. Second, to investigate the role of Intellectual Capital Disclosure (ICD) in the relationship between Modified VAIC (MVAIC) and market capitalization (MCAP).MVAIC is a comprehensive model to measure Intellectual Capital Performance (ICP) based on Value Added Intellectual Coefficient (VAIC™).Data was drawn from Indonesian banking sectors listed in BEI for three years, 2006, 2009, and 2012. WarpPLS 3.0 was used as analytical tool. The findings indicated that ICD did not mediate the relationship between MVAIC and MCAP. The highest performance of IC, the lowest information on IC was disclosed. In the perspective of signaling theory, ICD is a good signal to the market.

Kata kunci: Kinerja modal intelektual, Pengungkapan modal intelektual, Modified Value Added Intellectual Coefficient (MVAIC), WarpPLS 3.0

 

nih full papernya… http://ihyaul.staff.umm.ac.id/?p=1635&preview=true

Did you like this? Share it:

May 25

Mengerek Perekonomian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal

Pengantar

            Pasca pelaksanaan pemilukada serentak 9 Desember 2015 lalu, kini para pemenang di 9 provinsi, 223 kabupaten, dan 36 kota di seluruh Indonesia harus mulai fokus pada pemenuhan janji-janji kampanye mereka. Tidak peduli darimana mereka berasal: apakah dari (gabungan) partai politik ataupun dari perseorangan.

            Persoalan paling mendasar yang ditunggu oleh masyarakat adalah pemberdayaan ekonomi, bukan hanya pertumbuhan! Paradigma pembangunan ekonomi selama era orde baru yang mengedepankan pertumbuhan ketimbang pemberdayaan dan pemerataan, terbukti telah melahirkan ketimpangan di banyak aspek. Puncaknya, ketika krisis ekonomi (dan moneter) melanda dunia, perekonomian kitapun terpuruk paling parah dibandingkan negara-negara tetangga.

Read the rest of this entry »

Did you like this? Share it:

May 25

Intellectual Capital Disclosure; Suatu Analisis dengan Four Way Numerical Coding System

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Pengungkapan Modal Intelektual (ICD) praktik perusahaan perbankan di Indonesia. Kerangka IC yang digunakan dalam penelitian ini merupakan modifikasi dari IFAC (1998) dan Guthrie et al. (1999) dengan nomor Peraturan Bapepam-LK: Kep-431 / BL / 2012. Data diambil dari perusahaan perbankan Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tiga tahun, 2006, 2009, dan 2012. Sampel terdiri dari 64 bank. Analisis data dilakukan melalui analisis isi dengan pembobotan / scoring antara 0-3, mengacu pada ‘four way numerical coding system’.

Secara keseluruhan, jumlah ICD dalam laporan tahunan meningkat dari tahun 2006, 2009, dan 2012 kecuali untuk komponen modal relasional (RC) yang mengalami fluktuasi. Dilihat dari bobot pengungkapan yang dianalisis dengan ‘four way numerical coding system’, tampak bahwa sebagian besar informasi IC diungkapkan dalam bentuk narasi.

Kata Kunci: Pengungkapan Modal Intelektual, four way numerical coding system, Perusahaan Perbankan Indonesia.

 

Selengkapnya… sila unduh http://ihyaul.staff.umm.ac.id/?p=1629&preview=true

Did you like this? Share it:

May 25

Akuntansi (Sektor) Publik

 

Puji syukur yangsektor 2 teramat dalam kami haturkan ke hadirat Allah SWT. atas percikan kasih dan limpahan rahmat, taufiq, hidayah, dan ma’unah-Nya sehingga buku “Akuntansi (Sektor) Publik” ini dapat terselesaikan. Sungguh tiada daya dan upaya sedikitpun tanpa pertolongan dan kehendak-Nya. Tiada kekuatan dan kemampuan untuk melewati setiap bab dalam buku ini tanpa hidayah dan ma’unah-Nya.

Selanjutnya, do’a sholawat dan salam ta’dzim semoga senantiasa melimpah ke pangkuan Nabi Agung Muhammad SAW., Rasul akhir zaman, penutup para Nabi, pendobrak kebekuan tauhid, pelindung anak yatim, revolusioner sejati dalam memperjuangkan kesetaraan gender, uswatun hasanah di tengah kebobrokan akhlak. Beliaulah Rasul yang kemuliaan akhlaknya dibicarakan para malaikat dan dipuji oleh Allah SWT. Read the rest of this entry »

Did you like this? Share it:

May 25

Metodologi Penelitian Akuntansi

IMG-20160203-WA0007

Sebuah kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bagi kami, bahwa buku edisi 2 ini akhirnya bisa dihadirkan dengan sejumlah perubahan dan tambahan kajian yang cukup signifikan. Beberapa bab baru yang dihadirkan di edisi ini antara lain tentang hakekat penelitian akuntansi, pemisahan bahasan antara penelitian survei dan studi kasus, bahasan tentang naskah publikasi dan publikasi karya ilmiah.

Selain itu, di edisi 2 ini disajikan dua kutub besar pendekatan penelitian (akuntansi), yaitu penelitian survei dan penelitian studi kasus. Masing-masing pendekatan diuraikan secara sangat detil mulai dari bagaimana menyusun latar belakang penelitian hingga menyajikan dan mendiskusikan hasil penelitian. Untuk memudahkan dalam memahami kedua pendekatan tersebut, penyajian dalam buku ini dibuat terpisah dalam dua bagian.

Buku ini memang secara eksplisit tertulis ditujukan untuk mahasiswa S1 dalam menyusun tugas akhirnya (skripsi). Namun dalam beberapa bagian, topik-topik di buku ini juga cukup relevan untuk dijadikan sebagai salah satu sumber referensi bagi mahasiswa S2. Misalnya, tentang bagaimana menemukan ide penelitian, tentang teori-teori mainstream dalam penelitian akuntansi, serta beberapa pedoman tata tulis karya ilmiah. Read the rest of this entry »

Did you like this? Share it:

Apr 14

Intellectual Capital Disclosure framework, khas Indonesia

ICD, scale, and cummulative score

Did you like this? Share it:

Apr 14

TANAH BENGKOK; hasilnya hak siapa?

Topik seminar nasional dalam Temu tahunan FDASP 2015 kali ini adalah ‘Menuju Desa Mandiri dan Kredibel melalui Tata Kelola Keuangan yang Transparan dan Akuntabel’. Dr. Ihyaul Ulum, SE., M.Si., Ak., CA yang tampil pada sesi panel pertama mengkritisi sejumlah regulasi tentang dana desa yang tidak konsisten.

Dalam paparan singkatnya, dosen Akuntansi Sektor Publik dari Universitas Muhammadiyah Malang ini mengutip pasal 71-72 UU No. 6 tahun 2014 yang mengatur tentang keuangan desa. Pasal 72 menyebutkan bahwa sumber pendapatan asli desa bisa berasal dari hasil usaha, hasil aset, swadaya dan partisipasi, gotong royong, dan lain-lain pendapatan asli Desa. Penjelasan pasal 72 ayat (1) a dengan sangat jelas menyebut bahwa yang dimaksud dengan ‘hasil usaha’ desa adalah hasil dari BUM Desa dan tanah bengkok.

Namun, terang dosen yang akrab disapa cak Ulum ini, regulasi turunan dari UU ini agak berbeda. Pasal 9 dari Permendagri No. 113 tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa menyebutkan bahwa hasil usaha yang dimaksud dalam pasal 72 UU No. 6/2014 adalah hasil Bumdes dan tanah kas desa. Permendagri ini tidak lagi menyebut tanah bengkok sebagai sumber pendapatan desa.,“bagaimana bisa Permen melawan UU!!” tuturnya.

Memahami pasal 72 UU No. 6/2014, harusnya hasil pengelolaan tanah bengkok masuk sebagai sumber pendapatan desa dan menjadi salah satu komponen dari APBDesa, tidak dibagi-bagi untuk perangkat desa. Kebiasaan peraturan-peraturan di bawah yang ‘melawan’ regulasi di atasnya ini tidak baik. “ini kebiasaan buruk yang tidak boleh dilanjutkan. Masak PP No. 60 tahun 2014 mau direvisi dengan PMK, opo maneh iki?! Tutur dosen asal Lamongan ini (cak).

 

repost dari: http://www.fdasp.org/temu-nasional-fdasp-2015-hasil-tanah-bengkok-milik-siapa/

 

Did you like this? Share it:

Older posts «